Tampilkan postingan dengan label mobil listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil listrik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012


MOBIL LISTRIK
Model dari prototip mobil listrik Si Jalak buatan mahasiswa ITB pada pameran Riset Inovasi Teknologi di Sabuga Bandung, Jawa Barat, (11/8). Pameran teknologi ini adalah bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17. TEMPO/Prima Mulia

foto

Model dari prototip mobil listrik Si Jalak buatan mahasiswa ITB pada pameran Riset Inovasi Teknologi di Sabuga Bandung, Jawa Barat, (11/8). Pameran teknologi ini adalah bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17. TEMPO/Prima Mulia

 Mobil Listrik ITB Dirancang Feminim  
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO , Bandung - Desain prototipe mobil listrik ITB yang seperti minibus, terlihat berbeda dari kendaraan yang beredar di jalan pada umumnya. 

Bagian kap depannya sedikit maju untuk peralatan komponen listrik. ”Konsepnya senaja dibuat feminim,” kata desainer mobil itu, Martinus, Ahad, 12 Agustus 2012.

Menurut dosen Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, rancangan bentuk mobil berangkat dari hasil riset dan survei tentang karakter pasar. “Ternyata pembeli lebih mementingkan tampilan visual dan keserbagunaan kendaraan,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan riset desain produk, lebih dari 70 persen pengambil keputusan membeli mobil berada di tangan perempuan, yaitu ibu atau istri. ”Laki-laki juga penting, buat bayar mobilnya,” kata dia. Karena itu, tampilan contoh mobil listrik ITB sengaja dibuat feminim.

Desain yang dibuat sejak Maret hingga Mei lalu itu melibatkan 9 dosen, mahasiswa, dan alumni Desain Produk ITB. Rancangannya juga memenuhi selera pasar tentang mobil serbaguna. 

Platform kendaraan dari bagian depan hingga belakang dibuat tunggal, namun bisa dipakai untuk 14 jenis mobil, misalnya pick up, double cabin berkursi 4, hingga sedan.

Menariknya, pemakai mobil listrik itu bisa membongkar pasang seluruh pilarnya, mulai dari pintu, atap, hingga dek belakang menjadi kendaraan yang diinginkan. ”Bisa dibongkar pasang seperti mainan Lego. Konsep mobil seperti ini belum ada," katanya.

Nantinya, pemakai mobil listrik itu harus berurusan dengan penggantian surat-surat kendaraan jika ingin mengubah mobilnya dari pick up menjadi sedan, atau sebaliknya. 

Kecuali, kata Martinus, pemerintah mau memberikan kebijakan khusus untuk mobil seperti rancangannya. ”Sekarang orang kan kalau mau ganti bentuk atau fungsi mobil, harus ganti mobil semuanya atau beli, kalau ini bisa dilepas pasang,” ujarnya.

Menurut Martinus, mobil listrik ITB itu belum diberi nama. Mahasiswa sementara menamakannya sebagai Si Jalak. Rencananya pada 30 Agustus mendatang, mobil itu bersama purwarupa mobil listrik lainnya akan dipamerkan kepada Presiden SBY. ”Tempatnya di Istana Negara atau Gedung Merdeka (Bandung), ”katanya.






Selasa, 16 Oktober 2012


Kekurangan dan Kelebihan Mobil Tenaga Listrik
Penulis : Adri Prima | Adri Prima | Selasa, 26 Juni 2012 | 19:33 WIB
Dibaca: 9959Komentar: 0
| Share:

KOMPAS.com/Vitalis Yogi Trisna










Mobil listrik buatan nasional mengadakan fun drive pada peluncuran peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17 di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2012). Mobil dengan kapasitas 17 orang ini mampu berjalan sejauh 150 kilometer dengan pengisian listrik 500 ampere.
TERKAIT:
Bus Listrik LIPI Hemat Biaya Operasional hingga 50 Persen
Prototipe Riset Bus Listrik LIPI Dikenalkan
Superbus ListrikTerbang ke Arab
Bus Listrik dengan Pengisian Baterai Cepat!
Mia, Minibus Listrik dengan Interior McLaren F1
JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Riset dan Teknologi yang bekerja sama dengan Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika meluncurkan prototype mobil bertenaga listrik dalam bentuk mini bus di Lobby gedung BPPT, Jl M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/12). Dalam acara peluncuran tersebut, juga dipamerkan mobil konversi (mobil biasa yang diganti dengan sistem penggerak listrik).

Mobil ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sunarto, salah satu anggota tim peneliti menjelaskan, salah satu keunggulan atau kelebihan dari mobil listrik kategori konversi ini yaitu lebih irit dari sisi penghematan energi.

"Mobil ini sangat efisien untuk kendaraan didalam kota. Kapasitas baterainya 22 Kilo Watt dan mampu menempuh jarak sejauh 70-75 Km," ujar Sunarto. Sedangkan kekurangannya terletak pada power dan belum bisa digunakan untuk perjalanan jauh.

"Mobil konversi ini memang dikonsep hanya untuk kendaraan dalam kota," lanjut Sunarto saat ditemui wartawan Kompas.com di gedung BPPT. Namun, mobil listrik dalam bentuk mini bus yang diluncurkan memiliki spesifikasi yang lebih baik. Kapasitasnya dayanya mencapai 500 Ampere untuk perjalanan sejauh 150 kilometer.

Peluncuran mobil bertenaga listrik ini dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HARTEKNAS) ke-17. Puncak peringatan HARTEKNAS ke-17 tahun ini akan dipusatkan di Bandung pada tanggal 8-11 Agustus 2012 dan dimeriahkan berbagai acara seperti Pameran Ritech Expo di Sabuga, Triple Helix Conference di Hotel Grand Royal Panghegar, Karnaval Iptek, serta acara puncak di Gedung Merdeka yang rencananya dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengikut