Rabu, 02 Juli 2014

5 Hewan yang Sering Berpuasa

Selama bulan Ramadhan, umat muslim menjalani ibadah puasa. Menahan rasa lapar dan haus dari subuh hingga waktu magrib tiba, tetapi tahukah Anda bahwa puasa itu ternyata tidak hanya dijalani oleh manusia saja. Beberapa hewan pun melakukan kegiatan ritual puasa.
Sejumlah hewan yang melakukan praktik puasa, tentunya dengan sebab dan tujuan yang berbeda dengan puasa yang dilakukan oleh manusia. Cara berpuasa hewan, dijalani pada saat waktu tertentu. Ritual untuk menahan rasa lapar dan haus ini, menjadi kegiatan yang sangat penting bagi hewan tertentu di habitat liar. Hewan bahkan bisa sangat fokus dalam menjalankan puasa, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Untuk itu, ada baiknya kita simak satu persatu tayangan tentang puasa yang dilakukan oleh beberapa hewan yang telah unikgaul.com rangkum berikut ini.
1. Unta
 
Hewan pertama yang suka berpuasa, yaitu unta. Hewan padang pasir ini merupakan salah satu hewan, dengan kemampuan daya tahan tubuh yang luar biasa. Struktur tubuh yang sangat kuat, dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, ialah salah satu ciri khasnya. Bahkan hewan ini mampu bertahan hidup berhari-hari tanpa makan dan minum.
Ya, jika pada kondisi panas membakar seperti di gurun, menemukan sumber makanan dan minuman memang sulit. Namun, itu bukan masalah bagi unta. Bahkan pada suhu panas lima puluh derajat celcius sekalipun, hewan padang pasir ini dapat bertahan hidup hingga delapan hari tanpa makan dan minum. Daya than hidup yang luar biasa, tak lain karena unta memiliki tempat penyimpanan energi, yaitu berada pada punuk di tubuhnya. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Sedikit demi sedikit lemak di punuk tersebut akan ia gunakan sebagai sumber energi. Maka tak heran jika unta berhasil bertahan menahan rasa haus, di cuaca panas.
Setiap unta berpuasa, ia akan kehilangan sebagian berat badan di tubuhnya. Dan jika punuknya telah kempis, maka persediaan makanan di tubuhnya sudah menipis. Dan ketika hewan ini menemukan air, unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit saja.
2. Ayam Betina
 
Hewan lainnya yang juga gemar berpuasa, yaitu ayam betina. Ya, setiap kali ayam betina mengerami telur, ia akan senantiasa menahan lapar dan haus, seperti halnya manusia yang sedang melakukan praktik puasa. Hal itu dilakukan oleh ayam betina untuk menghangatkan suhu badannya, sehingga telur yang dieraminya selama hampir 3 minggu, dapat menetaskan anak-anak ayam.
Induk betina dengan sabar harus mengerami telur-telurnya hingga ia tidak bisa beraktivitas, seperti makan, minum, hingga membersihkan diri di bawah terik matahari. Ia harus tetap konsisten memberikan kehangatan kepada calon anak nya yang masih di dalam telur, dan menunggunya sampai telur-telur itu menetas. Bila sang induk tidak sabar menjalani proses tersebut, telur-telur itu akan busuk dan, anak ayam yang dinantikannya akan mati.
Setelah telur-telur itu menetas menjadi anak ayam, maka sang ayam betina yang kemudian menjadi induk ini, akan berubah perilaku. Ia akan tampak sensitif demi melindungi anak-anaknya dari berbagai ancaman. Ayam betina juga akan rajin mencari makan, dan mengajarkan anak-anaknya tumbuh menjadi ayam-ayam yang mandiri.
3. Ular
 
Hewan berikutnya yang ikut berpuasa adalah ular. Hewan melata yang  sebenarnya terkenal rakus ini, gemar memakan hewan apa saja yang ditemukannya. Tikus, kelinci, kodok, burung, dan kadal adalah santapan lezat bagi ular. Bahkan, ular-ular besar seperti jenis piton atau anaconda amazon, sanggup melahap anak kerbau dan babi dengan sekali telan.
Namun, ketika ular sudah melahap mangsanya yang lebih besar, geraknya pun menjadi lamban. Itu karena perutnya butuh waktu lama untuk memroses pengolahan mangsa yang besar. Dan selama pengolahan iitulah, ular bisa tahan tidak makan dan minum, atau berpuasa selama berahari-hari, bahkan 2 hingga 3 minggu.
Saat berpuasa penuh, biasanya ular tidak akan melakukan aktivitas apa-apa. Ular hanya akan bersembunyi dan berdiam diri. Dan saat itulah ular mengalami proses biologi yang kita kenal dengan proses ganti kulit. Puasa yang dilakukan ular, bertujuan untuk meningkatkan suhu badan hingga beberapa derajat di atas normal guna melakukan pergantian kulit baru. 
Ular akan mengganti kulitnya yang tua dan kusam, dan berubah menjadi kulit yang segar, warna-warni, dan indah. Namun, setelah masa puasa berakhir, dan mendapatkan kulit yang lebih baik, sang ular yang tidak makan dalam kurun waktu lama ini, akan tampak lebih ganas, dan aktif dalam mencari mangsa.
4. Ulat
 
Hewan lainnnya yang suka berpuasa adalah, ulat. Baik berbulu atau tidak, ulat merupakan binatang yang sering menimbulkan rasa geli, jijik dahkan menakutkan banyak orang. Namun, di balik tubuhnya yang gemuk berbulu itu, ulat adalah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Dari wujud ulat yang menjijikan menjadi wujud kupu-kupu yang indah dipandang mata.
Perubahan wujud ulat menjadi kupu-kupu, ternyata melalui proses puasa, yaitu masa di mana ulat memasuki kepompong dengan tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 hingga 16 hari. Setelah melalui perjuangan tidak makan dan minum dengan berdiam diri di dalam kepompong, kemudian ulat keluar dari kepompong dengan wujud yang sama sekali berbeda. Ia berubah menjadi binatang bersayap indah rupawan yang kita kenak dengan kupu-kupu.
Dengan perjuangan puasanya yang sungguh-sungguh, ulat yang asalnya dibenci oleh sebagian orang karena bulunya yang membuat julit gatal, ulat berubah menjadi kupu-kupu sebagai hewan yang banyak disukai, dan dikagumi oleh setiap orang yang memandangnya. Ritual puasa sang ulat yang asalnya menjijikan dan perusak tanaman tersebut, berubah menjadi kupu-kupu yang anggun dengan sayap yang berwarna-warni, juga bermanfaat bagi penyerbukan bunga.
5. Kukang  
 
Hewan selanjutnya yang juga berpuasa, yaitu kukang. Hewan yang juga disebut malu-malu ini, merupakan primata yang terancam punah. Ia dikenal sebagai hewan yang lambat dan juga pemalas. Saking malasnya, aktivitas keseharian kukang hanya di isi dengan tidur dengan cara bergelung, atau menggantung di atas pohon. Meski suasana disekitarnya bising, tetapi kukang yang beraktivitas di malam hari ini bisa menikmati tidur hingga seharian penuh, tanpa makan apapun.
Bisa dikatakan bahwa puasa yang dilakukan kukang, lebih disebabkan oleh sifatnya yang pemalas. Dan jika perutnya sudah benar-benar lapar, barulah kukang bangun dari tidurnya untuk mencari makan. Di habitat liarnya, kukang memakan pakan alaminya berupa getah, nektar, buah-buahan hutan, serangga, dan reptil kecil. Setelah ia merasa kenyang dengan hasil makannya, kukang pun akan kembali tidur dan berpuasa kembali.
Walaupun hewan pemalas, namun kukang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh hewan lainnya, yaitu matanya yang besar dan bisa menyala orange dalam gelap. Selain itu, kukang memiliki badan yang lentur, yang difungsikannya untuk meregangkan badan, meliuk, dan menggantung. Di alam bebas, kukang termasuk hewan yang berisik. Kukang suka bersiul ria untuk memanggil temannya, mencari makanan dan mengirimkan pesan.

Jumat, 30 Mei 2014

SUPER KAYA

Ciri - ciri orang SUPER KAYA :
1. Tidak pernah atau jarang sekali update STATUS / PHOTO  di dunia MAYA.
2. Tidak pernah atau jarang terlihat di MALL/ HOTEL / STASIUN TV  miliknya.
3. JAM KERJANYA SANTAI

Beda betul dengan kita yang orang kecil ini .....BETUL TIDAK ?????????





PEMILIK GOOGLE

PEMILIK FACEBOOK


PEMILIK BB


PEMILIK ASTRA GROUP

William Soeryadjaya – pemilik astra internasional

Posted on October 30, 2010
0

William Soeryadjaya adalah pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir. William telah menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi pedagang kertas di Cirebon.
Selain berdagang kertas, William muda juga berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. “Dengan berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya,” ujar anak kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.
Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. “Saya rugi jutaan DM,” ujar William.
Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957, bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak “pohon rindang”, seperti yang ditamsilkan William sendiri.
Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William, tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun 1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet. Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141 menjadi Rp 378
per dollar AS.
“Bisa dibayangkan berapa keuntungan kami,” ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana pembangunan.
Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok, tetapi juga mulai merakit sendiri truk Chevrolet. Lalu, mengageni dan merakit alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin fotokopi Xerox. Yang berikutnya pula, akhirnya lahan usaha yang baru ini menjadi “mesin uang” dari PT Astra Internasional Inc.
Masih ada satu bisnis Astra yang lain, yaitu agrobisnis. Astra yang omzetnya pada tahun 1984 mencapai 1,5 miliar dollar AS masuk ke agrobisnis dengan membuka kawasan pertanian kelapa dan casava seluas 15.000 hektar di Lampung. Namun, bukanya tanpa alasan Astra masuk ke sektor agrobisnis. “Agrobisnis yang mengusahakan peningkatan produksi pada sektor pertanian itu merupakan gagasan pemerintah yang patut ditanggapi berbagai kalangan wirausahawan Indonesia,” kata William dalam ceramahnya di Universitas Katholik Parahyangan tahun 1984.
Pada tahun itu juga Astra membeli Summa Handelsbank Ag, Deulsdorf, Jerman. Pengelolaan bank yang tak ada kaitannya dengan bisnis Astra ini diserahkan kepada putra tertuanya, Edward Soeryadjaya, sarjana ekonomi lulusan Jerman Barat.
Di bank ini William mengantongi 60 persen saham yang dibagi rata dengan Edward. Cuma, sayangnya, Edward kurang berhati-hati dalam menjalankan roda usaha perbankan itu. Edward terlalu royal dalam mengumbar kredit. Akibatnya, tahun 1992 bank ini dilanda utang yang begitu besar dan untuk melunasinya, terpaksa William melepas kepemilikannya di Astra.
William pasrah. Ia selalu kembalikan kepada Tuhan. Ia selalu berpegang pada prinsip: Manusia berusaha, Tuhan menentukan. Yang paling penting baginya ketika itu adalah nasib para karyawan dan nasabah Bank Summa. Ia teramat sedih membayangkan pegawai sebanyak itu harus kehilangan mata pencahariannya. Oleh karenanya ia rela menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.
Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem. Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.
Memang, membuka lapangan kerja, adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. “Salah satu hasrat saya dari dulu adalah membuka lapangan kerja,” katanya. Apalagi kondisi Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya pengangguran.
Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10 juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah). Agar dapat menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.
Namun, yang patut dipuji dari sikap William semasa kejayaannya di Astra adalah kepeduliannya terhadap rekannya, pengusaha kecil. Dalam suatu tulisannya di harian Suara Karya, “Peranan Pengusaha Besar Dalam Kerja Sama dengan Pengusaha Kecil demi Suksesnya Pelita IV”, mengetengahkan bentuk-bentuk kerja sama antara yang besar dan yang kecil. Misalnya, menjadikan perusahaan besar sebagai market dari perusahaan kecil dalam bentuk leadership dan menjadi perusahaan kecil sebagai bagian dari service network produk perusahaan besar.
Sikapnya yang lain, yang juga patut ditiru, adalah kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. William merelakan tanahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, terjual dengan harga “miring” bagi pembangunan gedung Institut Prasetya Mulya, lembaga pendidikan yang dimaksudkan mencetak tenaga-tenaga manajer yang andal. Sejumlah konglomerat juga ikut membidani lembaga. William sendiri kala itu duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Sikap religiusnya pun merupakan salah satu contoh yang baik dalam menjalankan roda usahanya. Penganut Protestan yang teguh ini percaya betul bahwa keberhasilan yang diperolehnya , selain kerja kerasnya bersama semua karyawan, juga berkat rahmat dari Tuhan, bukan semata dari dirinya.
Semangatnya dalam menempuh bisnis pun patut dijadikan panutan. Kalau ia terjegal dalam kancah bisnis, itu bukanlah akhir dari perjalanan bisnisnya, melainkan justru awal dari kebangkitannya.
William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk), meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) pukul 22.43 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. William sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. Terakhir, ia dirawat tanggal 10 Maret dan sejak hari Kamis (1/4/2010) dirawat di unit rawat intensif (ICU). Jenazah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga Senin (5/4/2010).
William yang lahir di Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, adalah pribadi yang rendah hati dan bersahaja. Keberhasilannya membangun Astra Internasional tidak pernah diklaim sebagai keberhasilan dirinya. Ketika ditanya mengenai keberhasilannya, ia mengatakan, ”Keberhasilan Astra berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi.”
William juga seorang visioner yang seakan mengerti ke mana bisnis akan bergerak. Ia juga adalah salah satu pelopor modernisasi industri otomotif nasional. Ia membangun jaringan bisnis dengan core product di sektor otomotif. Namun, memang, pertumbuhan bisnisnya tidak pernah lepas dari campur tangan pemerintah.
Keberhasilannya dalam berbisnis menjadikan ia menduduki banyak jabatan penting di sejumlah perusahaan, terutama yang berbasis otomotif.
William menjadi orang pertama Asia yang menjadi anggota Dewan Penyantun The Asia Society yang didirikan John D Rockefeller III di New York, AS, tahun 1956. Ia menarik diri dari dunia bisnis tahun 1992 ketika Bank Summa milik anaknya, Edward, kolaps dan harus dilikuidasi sehingga memaksanya melepas 100 juta lembar saham Astra Internasional guna melunasi kewajibannya. Beliau meninggal pada usia 78 tahun tepatnya hari Jumat (2/4/2010).


PEMILIK INDOSIAR, INDOFOOD, INDOCEMENT,BCA ATAU SALIM GROUP 

Pemilik BCA dan Indosiar, Liem Sioe Liong Meninggal Dunia

Pengusaha nasional terkenal papan atas Liem Sioe Liong atau Sudono Salim meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun menjelang 96 tahun.Pemilik BCA, Indosiar, Indofood dan Indomaret ini meninggal dunia diRaffles Hospital, Singapura, pada hari Minggu tanggal 10 Juni 2012 sekitar pukul 15.50 waktu setempat. Penyebab Liem Sioe Liong meninggal dunia adalah karena penyakit tua yang dideritanya.
Rekannya sesama pengusaha, Sofyan Wanandi membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, jenazah Lim Sioe Liong disemayamkan di Mount Vernon Funeral. Saat ini seluruh keluarga besar taipan tersebut sudah berada di Singapura. Namun, belum diketahui apakah jenazah akan dimakamkan di Indonesia atau di Singapura.
"Keluarga masih kumpul, belum tahu kapan diterbangkan," kata Sofyan yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini. Sofyan mengaku terakhir kali bertemu dengan rekannya itu sekitar setahu lalu. Saat itu, Liem Sioe Liong sudah tidak mengetahui perkembangan terkini di Indonesia.
Semasa hidup, Liem Sioe Liong atau Sudono Salim adalah pengusaha terkenal kelas atas yang dikenal dekat dengan Presiden Soeharto yang ketika itu menjadi penguasa Orde BaruLim Sioe Liong juga pernah menjadi orang terkaya di Indonesia dan Asia bahkan masuk dalam daftar 100 orang terkaya di dunia. Majalah Forbes mencatat kekayaan Liem Sioe Liong pada 2006 mencapai 800 juta dolar AS.
Sekilas profil Liem Sioe Liong :
Liem Sioe Liong lahir di Cina, pada tanggal 16 Juli 1916. Keterangan lain, kelahiran Liem adalah tanggal 10 September 1915. Lim Sioe Liong menikah dengan Lie Las Nio (Lilani) dan memiliki empat orang anak masing-masing bernama Albert, Andre Halim, Anthony Salim, dan Mira.
Sejumlah usaha berhasil dirintisnya. Liem Sioe Liong merupakan pendiri dan pemilik Central Bank Asiapada tahun 1957 yang kemudian berganti nama menjadi Bank Central Asia (BCA) pada tahun 1960. Ia juga pendiri dan pemilik Grup SalimPT Bogasari Flour MillPT MegaBank Windu KencanaPT HanurataPT Indocement, dan PT Waringin Kencana.
Kepemilikan Grup Salim meliputi IndofoodIndomobilIndocementIndosiarBCAIndomaret,Indomarco, dan lain-lain. Selama beberapa tahun ini dia tinggal di Singapura. Usahanya diteruskan anaknya, yakni Anthony Salim dan menantunya Franciscus Welirang.

Pengikut